Jumat, 27 Januari 2017

Asyiknya belajar PKN

Hai semua, kali ini aku mau cerita-cerita tentang asyiknya PKN. Mungkin sebagian dari kalian ada yang belum tau apa itu PKN?

PKN itu singkatan dari Pendidikan Kewarganegaraan, pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa.



Berhubungan dengan bangsa dan negara jadi gak heran deh kalau isinya tentang undang-undang, pasal, politik, dan hukum. Memang agak boring sih apalagi kalau sampai harus menghafal undang-undang dengan pasal yang tidak sedikit, betul kan? Apalagi kita sudah mempelajari PKN sejak SD mula, rasanya “PKN lagi… PKN lagi…” tapi pada postinganku kali ini aku akan mengulas tentang pengalaman menyenangkan yang aku rasakan pada saat berada di kelas PKN.

Apa saja? Mari kita mulai dari awal.

Aku berkuliah di Universitas Gunadarma dengan mengambil jurusan psikologi. Sebelum aku memasuki dunia perkuliahan aku berpikir “nanti di jurusan psikologi pelajarannya kayak apa ya?” “pasti pelajarannya asik-asik” “jadi gak sabar pingin cepet-cepet masuk kuliah” begitu pikirku.



Setelah jadwal mata kuliah beredar, aku agak kecewa karena pelajarannya masih banyak yang sama dengan pelajaran SD, SMP, dan SMA seperti pelajaran komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Agama, dan PKN. Aku berpikir bahwa smester 1 akan berjalan dengan sangat membosankan karena mata kuliahnya pun terlihat membosankan.

Aku mengawali smester pertamaku dengan mata kuliah PKN.

Saat itu hari Senin, hari pertamaku menimba ilmu di dunia perkuliahan. Jujur saja, kala aku memasuki ruang kelas aku merasa takut. Aku takut kalau nanti dosennya galak, karena menurut orang-orang kuliahan dosen adalah sosok yang menyeramkan, gak ada kasiannya sama mahasiswanya, tegas, beda deh sama guru SMA yang masih mentolerir kalau nilai kita jelek. Aku takut kalau nanti ternyata dosen PKN-ku galak.

Ternyata… semua jauh dari bayanganku selama ini.
Dosen PKN-ku bernama Ibu Pipit Fitriyah, hal ini berarti Bu Pipit menjadi dosen pertamaku di dunia perkuliahan. Bu Pipit berhasil membuatku mengubah pandanganku tentang dosen bahwa tidak semua dosen itu galak dan menyeramkan karena sekarang yang aku lihat Bu Pipit bukanlah dosen yang seperti itu, beliau adalah seorang dosen muda yang fresh, up to date, friendly, tentu saja dengan wawasan yang luas. Bu Pipit juga berhasil membuat pelajaran PKN yang sejak dahulu jadi pelajaran yang paling membuat bosan menjadi lebih menyenangkan.

1. Jadi orang yang up to date

Belajar PKN dengan mengkaitkan materinya pada kasus atau hal-hal yang sedang terjadi di Negara kita membuat kita kaya akan wawasan dan mengetahui apa yang sedang ramai dibicarakan orang banyak. Kita bisa jadi anak muda yang terlihat up to date dengan wawasan yang kita miliki, minimal kita jadi tau ada permasalahan apa sih di negeri ini? Dengan demikian setidaknya kita tidak terlihat kudet, hehehe.


2. Membuat kita berpikir kritis



Selama pelajaran PKN berlangsung, kita dituntut untuk banyak berpikir dan mengungkapkan gagasan. Hal tersebut memacu saya untuk berpikir out of the box maksudnya membuat saya berpikir luar biasa bukan yang biasa-biasa saja. Biasanya dari pengungkapan gagasan, timbulah perdebatan, hal tersebut semakin membuat kelas menjadi lebih seru dan tentunya kita jadi tau mana hal yang benar dan mana hal yang salah.

3. Dapat makanan ringan



Ini dia! Makanan menjadi salah satu stimulus agar para mahasiswa/i berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan dari para presentator. Setiap kelompok yang maju untuk presentasi ada ada saja makanan yang dibawanya dari mulai wafer, coklat, biskuit, sampai bakpau demi mendapatkan perhatian audience. Aku pribadi pun menjadi lebih semangat untuk menjawab karena ada makanannya hehehe

4. Dapat reward dari dosen



Di penghujung smester 1, Bu Pipit memberikan reward yang berupa makanan (lagi-lagi makanan ya hehehe) kepada mahasiswa dan mahasiswi favoritnya. Dengan sangat bersyukur Alhamdulillah aku termasuk yang mendapatkan makanan sebagai reward tersebut. Gak pernah terpikirkan sebelumnya kalau aku menjadi salah satu mahasiswi favoritnya Bu Pipit, katanya “Saya suka Fransiska karena dari kelompok pertama sampai terakhir, dialah yang terlihat sangat menguasai materi” Gimana gak seneng tuh? Sampai aku hafal betul kata-kata Bu Pipit yang barusan. Bu Pipit emang paling OK deh!



APA SAJA YANG SAYA AMBIL DARI PELAJARAN PKN?

Materi 1: Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaraan

Materi ini adalah materi yang paling dasar, mengajarkan kita akan pentingnya pendidikan kewarganegaraan. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan pemerintah mengharapkan para generasi muda dapat semakin mencintai dan memahami keadaan negaranya agar suatu saat negara ini dapat berjaya dengan gagasan dan kerja keras anak bangsa, mungkin itulah mengapa pendidikan kewarganegaraan terus di sosialisasikan sejak SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.

Materi 2: Warga Negara dan Sistem Kewarganegaraan

Ini adalah materi kelompok aku lho! Hehe, jujur bukan perkara yang mudah untuk memahami materi ini. Butuh waktu beberapa hari untuk aku menghafalkan dan memahami apa maksudnya ius soli, ius sanguinis, apatride, bipatride, stelsel aktif, stelsel pasif, hak opsi, hak repudiasi, naturalisasi biasa, naturalisasi istimewa, dll.
Namun karena kesulitan itu aku jadi terpacu dan semakin penasaran tentang istilah-istilah tersebut maka dari itu aku pelajari semaksimal mungkin.



Dari materi ini aku belajar pentingnya status kewarganegaraan, dimana dengan itu kita mendapatkan hak-hak yang berlaku bagi warga negara, aku pun jadi mengerti ternyata definisi antara rakyat, penduduk, dan warga Negara itu berbeda, dan aku juga belajar tentang pentingnya arti nasionalisme dan kesetiaan pada negara, yang mungkin saat ini kesetiaan kita sudah mulai melemah.

Materi 3: Identitas Nasional



Identitas adalah hal yang penting bagi seseorang, karena identitas adalah jati diri, hal-hal yang melekat pada diri seseorang. Begitupun dengan bangsa, identitas bangsa atau identitas nasional merupakan hal yang penting karena dengan identitas kita jadi mengenali mana yang orang bangsa Indonesia dan mana yang bukan. Dengan identitas nasional kita juga dapat menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia di ranah internasional. Maka dari itu pentinglah bagi kita rakyat Indonesia untuk saling bekerjasama agar identitas nasional kita tetap terjaga.

Materi 4: Unsur-Unsur Negara

Unsur-unsur negara antara lain yakni rakyat, wilayah, pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Kita memahami unsur-unsur negara bertujuan antara lain untuk dapat mengkorelasikannya dengan keadaan negara misalnya kondisi politik, hokum, ekonomi, dan lain-lain dengan harapan menjadikan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri dan makmur sejahtera.

Materi 5: Konstitusi dan Tata Perundang-undangan Indonesia

Konstitusi merupakan keseluruhan dari peraturan-peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengikat cara bagaimana suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat atau biasa kita sebut dengan undang-undang. Konstitusi memiliki tujuan yakni membatasi tindakan sewenang-wenang pemerintah, menjamin hak-hak rakyat, dan menetapkan pelaksanaan pemerintahan yang berdaulat.

Materi 6: Hak dan Kewajiban Warga Negara



Demi keharmonisan hidup dalam negara bhineka tunggal ika ini, kita sebagai Warga Negara Indonesia yang sah seharusnya mengetahui dan memahami apa saja yang menjadi hak-hak kita seperti hak mendapat perlindungan hukum, hak memilih dan dipilih, hak mengeluarkan pendapat, hak untuk berkehidupan layak, dan lain sebagainya. Selain hak, tentu saja kita sebagai warga negara memiliki kewajiban seperti wajib menaati hukum dan pemerintahan, wajib ikut serta dalam bela negara, wajib menghormati HAM orang lain, dan lain-lain. Hak dan kewajiban harus kita jalani dengan seimbang agar Negara Indonesia menjadi damai, tentram, dan penuh  keselarasan di dalamnya.

Materi 7: Demokrasi



Demokrasi merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari Indonesia, mengapa demikian? Dapat kita lihat pada sila ke-4 pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” Pentingnya berdemokrasi telah dipaparkan dalam pancasila, dari sini kita bisa mempelajari bahwa Indonesia penuh dengan keragaman maka dari itu demokrasi sangat diperlukan oleh negara bhineka tunggal ika ini, demokrasi dibuat dengan tujuan agar kita dapat menemukan jalan keluar dengan kesepakatan bersama maka hal itu bisa disebut dengan adil.
Dalam kebebasan berpendapat, kita diharapkan menjadi seseorang yang memiliki gagasan yang tepat dan dapat menerima jika bukan kehendak kita yang terpilih sebagai hasil akhirnya. Dengan demikian dapatlah tercipta keharmonisan berbangsa dan bernegara.

Materi 8: Hak Asasi Manusia (HAM)

Akhir-akhir ini manusia di muka bumi semakin aneh-aneh saja tingkahnya, banyak manusia yang sudah melupakan kodratnya, banyaknya pembunuhan sadis, pengucilan, ketidak adilan, penculikan, hal itu sebagai bukti hak asasi manusia sudah tidak dijunjung tinggi lagi. Setiap manusia pada kodratnya memiliki hak asasi yang telah dimiliki sejak dilahirkan, sebagai manusia yang normal dan berakal budi seharusnya kita menyadari, menjaga, dan menghormati hak asasi manusia pada setiap manusia dengan demikian dapat terciptalah perdamaian yang didamba-dambakan.

Materi 9: Wawasan Nusantara



Negara Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan beragamnya etnis, ras, golongan yang membentang dari Sabang sampai Merauke memberikan potensi konflik yang tinggi, dengan demikian perlunya Wawasan Nusantara sebagai cara pandang mengenai diri dan bentuk geografisnya sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat lebih memahami tentang apa yang kita (Indonesia) miliki itulah yang harus kita perjuangkan. Kemajemukan Indonesia memang menjadi hal yang dapat memicu konflik tapi dengan wawasan nusantara kita akan lebih mengerti bagaimana caranya kita bersatu untuk membawa Indonesia pada kekuatan yang sesungguhnya.

Materi 10: Ketahanan Nasional

Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dari luar maupun dari dalam telah banyak diterima oleh bangsa Indonesia. Adanya ketahanan nasional membuat negara kita ini tetap berdiri kokoh sejak proklamasi disuarakan, itulah pentingnya ketahanan nasional. Berideologikan pancasila, Indonesia dapat berdiri ditengah-tengah dua ideology besar yaitu Liberal dan Komunis, Pancasila adalah salah satu ketahanan nasional karena dengan adanya pancasila rakyat Indonesia merasa memiliki pedoman untuk hidup berbangsa dan bernegara, merasakan bahwa Indonesia ini memang layak untuk tetap Berjaya dan diperjuangkan, maka apapun yang menjadi ancaman bangsa Indonesia kelak, kita harus dapat tetap bersama, bersatu, dan berjuang untuk negeri tercinta Indonesia.

Materi 11: Geopolitik Indonesia

Hampir sama dengan wawasan nusantara. Namun bedanya Geopolitik mungkin lebih menekankan pada daerah atau wilayahnya.

Materi 12: Geostrategi Indonesia

Geostrategi biasanya dihubung-hubungkan dengan kepentingan militer atau perang namun geostrategic di Indonesia ini diartikan sebagai metode untuk tercapainya cita-cita proklamasi melalui proses pembangunan nasional. Salah satu strateginya yaitu dengan adanya demokrasi, demokrasi diperlukan untuk menyatukan perbedaan yang ada untuk tercapainya Indonesia yang makmur sejahtera.




Nah sekarang aku mau bahas tentang berita yang lagi HOT banget nih!
Tentang korupsi.

Kalian ngerasa gak sih kalau dikit-dikit berita yang ada di televisi atau media sosial lagi lagi tentang korupsi, lagi lagi korupsi… Haduh dari zaman aku masih kecil sampai sekarang ada-ada saja kasusnya, dari mulai masa fenomenalnya Gayus Tambunan, Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, kasus century, kasus hambalang, dan sampai sekarang kasusnya cawagub Sylviana Murni dan hakim MK yaitu Patrialis Akbar.



Bosan gak sih dengar kasus korupsi terus dari masa ke masa..?
Pingin deh ngerasain Indonesia bebas dari kasus korupsi, oh iya menurut artikel yang dirilis media Inggris The Daily Mail 2016 posisi Indonesia pada daftar negara terkorup menunjukan peningkatan posisi dari masa sebelumnya, sekarang Indonesia berada pada posisi 88 pada daftar negara terkorup dunia. Itu berarti masa pemerintahan Pak Jokowi berhasil membawa Indonesia sedikit demi sedikit menuju ke arah yang lebih baik.

Kasus yang lagi booming sekarang yaitu kasusnya Sylviana Murni yang sekarang terjerat kasus dugaan korupsi dana bansos (bantuan sosial) dan dana pembangunan masjid padahal beliau merupakan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 sebagai pendamping dari Agus Harimurti Yudhoyono. Hal ini tentu saja berimbas pada eksistensinya sebagai cawagub, pasti banyak orang-orang yang berpikir negatif karena hal tersebut dan mungkin bisa saja banyak orang yang jadi hilang respect pada pasangan cagub dan cawagub tersebut yaaa walaupun kasus ini belum diketahui kebenarannya seperti apa.



Sylviana Murni telah mengikuti penyidikan dan mengatakan kalau dana bansos itu keliru, dana tersebut adalah dana hibah, begitu kata bu Sylvi.

Pengumuman tersangka Sylviana Murni terkait kasus korupsi hanyalah soal waktu, jadi mari kita ikuti terus perkembangan berita tersebut supaya kita dapat menentukan mana yang terbaik bagi DKI Jakarta.

Indonesia adalah negara demokrasi, dimana hal itu dapat diartikan pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat maka dari itu seluruh rakyat bebas memilih sesuai dengan kehendaknya yang menurutnya adalah pilihan terbaik. Saya berpikir disini rakyat-rakyat DKI Jakarta sudah semestinya dapat berpikir dengan kritis untuk menentukan pilihannya, siapakah yang tepat untuk memimpin kota Jakarta tercinta ini. Dengan melihat kualitas dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kita dapat memilih dan mengira manakah yang tepat untuk membawa Jakarta agar lebih berjaya dan tentu saja jauh dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang menghadang.



Sebagai Warga Negara yang baik lebih tepatnya warga DKI Jakarta, kita harus mengikuti jalannya proses kegiatan pilkada karena ini termasuk hak dan kewajiban kita untuk memilih dan dipilih, apalagi DKI Jakarta merupakan Ibukota Negara maka dari itu pilihan kita sangat berpengaruh pula untuk kemajuan Indonesia. Hindari golput dan marilah kita tentukan nasib DKI Jakarta dengan bijak.

Siapapun yang nantinya terpilih semoga itu adalah pilihan terbaik untuk kelangsungan DKI Jakarta dan tentunya Indonesia. Aamiin.

Picture source:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar